coba-coba jadi keterusan

hanya dalam dekapmu mampu aku temukan berjuta celah bahagia
hanya karenamu aku mengerti bahwa ketulusan cinta amatlah sederhana
hanya genggamanmu yang selalu terulur setiap kali aku terjebak dalam kesedihan
hanya hadirmu yang mampu meluluhkan segala luka, juga segala tangis
hanya engkau yang senantiasa mendengar segala cerita tanpa perlu menyela

 ketahuilah.. hanya engkau dari seluruh suka dan duka ini
dan adalah kuasaku untuk mengetahui bahwa janjimu ialah hal yang pasti
sebab hanya kepadamu, aku ingin seluruh dan sepenuhnya mengabdi.


    ya, mungkin singkatnya begitu dari seluruhnya. yang awal hanya sekedar bertegur sapa lewat media dengan imajinasi siapa tahu akan berlanjut dan nyatanya imajinasiku buyar dibawanya jadi nyata. ntah awalnya bagaimana sampai-sampai habislah aku di koyaknya dengan perasaan nyaman yang mungkin datang berangsur dengan semakin seringnya dua orang ini berkomunikasi.

    ragu datang lebih awal daripada rasa yakin karena memang di awal tidak pernah menaruh sedikitpun apa-apa kepadanya. berani menatapnya saja, apalagi menitipkan. dua sorot matanya yang sayu serta muka yang tegas dan tajam menambah kesan "ntah apasih maksudnya" itu tiba-tiba hadir dan mencoba untuk menghafal segala kegiatan ku, kebiasaanku, juga cerita-ceritaku di setiap harinya. padahal, baru saja ia terluka yang sakitnya terlihat sangat dan itu sebabnya aku menaruh rasa ragu itu. jelas aku ragu, cerita tentang mengapanya cepat menyebar sampai aku hafal betul saat dia mulai menikmati rasa sakit dari cerita dia dan dirinya yang dibuat sengaja.

     sampai sekarang pun aku masih bertanya-tanya pada diri ini, pada tubuh ini yang rela ia miliki seutuhnya juga seluruhnya. bertanya-tanya mengapa aku yang ia pilih sebagai seseorang yang ia katakan akan mendampingi dia hingga nanti saat hanya panggilan tuhan yang memisahkan? apa istimewanya aku? aku bukan martabak yang memiliki keistimewaan dengan tambahan telur di setiap porsinya. 

     aku rela ia apakan, aku ikhlas. mungkin ini yang di katakan orang sebagai pengabdian terhadap cinta yang sesungguhnya. ya mau gimana, aku ini memang sepenuhnya cinta dia sejak itu. sejak aku melihat dia tidak melibatkan sebuah permainan dalam hubungan ini. sejak dia meminta aku untuk serius dengannya. sejak aku merasakan juga bagaimana rasanya menjadi seorang wanita yang di kagumi sebegitunya oleh seorang pria yang padahal bisa menemukan orang yang lain. orang lain yang lebih layak untuk dirinya. 
  
     tidak cukup rasanya setiap apa yang dia lakukan itu aku balas hanya dengan rasa terima kasih. kalau boleh aku minta, silahkan ambil saja semuanya dan semoga cukup untuk membalas semua yang telah di berikan. 

      pintaku hanya satu, tolong jangan pernah tinggalkan aku. sejujurnya dengan sungguhnya aku ini mencintaimu dengan sepenuhnya. tanpa kurang sedikitpun dan tanpa ragu lagi. sungguh, ingin ku berdua terus tanpa mengenal waktu sampai kita bingung harus melakukan apa lagi. mungkin maaf terkadang aku menyusahkan dan menyebalkan sekaligus menjengkelkan karena sifatku ini. maaf.
  
      dan kalau suatu saat nanti dia merasa bosan denganku, aku ingin dia katakan seluruhnya yang ia rasakan sampai-sampai ia berani mengatakan padaku kalau ia  bosan denganku. akan aku ajak dia bermain playstation sampai matanya memerah dan akan aku ajak juga ke tempat dimana kita pertama kali pergi berdua. akan aku ceritakan kembali semuanya, mulai dari dia yang bertanya-tanya saat aku membangunkan dirinya sampai saat dia menanyakan pertanyaan perihal mau tidaknya aku menjadi miliknya. akan aku ingatkan juga bagaimana caranya memohon hanya untuk mendapatkan susu kemasan dariku.

      kalau juga dia tetap ingin menyudahi semuanya denganku, akan aku buat dia mengingat alasan-alasan ia mengapa memilih aku. akan aku ingatkan juga bagaimana waktu ia berlutut menangis memohon aku untuk tetap tinggal. bagaimana panik dan khawatirnya dia ketika aku mulai merasakan kedinginan yang hebat. bagaimana terkagetnya dia ketika baru saja membuka mata dari tidur dengan aku yang sudah ada di depannya. bagaimana bahagianya dia ketika pertama kali mendapatkan kata sayang dariku. bagimana senangnya dia ketika aku mulai gendut lagi. bagaimana ketika ia ikut merasakan ketakutan yang aku rasakan dan bagaimana juga rasanya hingga sensasinya ketika kami untukk pertama kali merasakan hal yang sebelumnya tidak pernah kita sangka akan merasakannya.

       maka, tinggal dan menetaplah bersamaku untuk seterunya. akan ku buat juga bahaginya menjadi nyata seperti yang ia lakukan padaku. aku mohon, tinggal dan menetaplah sayangku. karena rasa takutku tentang kepergian juga kehilangannya adalah hal yang nyata tanpa bisa aku hindari.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

my first, him.